Angel Blog: Renungan
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Semut dan Softlens

Saturday, October 20, 2012 | comments

Brenda adalah seorang gadis muda yang diajak mendaki tebing oleh teman-temannya. Walau sebenarnya ia takut melakukannya, ia memutuskan untuk tetap pergi bersama mereka mendaki sebuah tebing granit yang curam.

Di luar rasa takutnya itu, ia memasang perlengkapannya, berpegang pada tambang dan kemudian memulai pendakian. Akhirnya ia sampai pada suatu pijakan di mana ia bisa menarik nafas sejenak. Tetapi di saat ia tengah berhenti, secara tidak sengaja matanya terbentur tali pengaman yang terikat di tubuhnya sehingga membuat soft-lensnya terlepas. Ia tengah di suatu pijakan tebing yang berada ratusan meter di atas tanah dan ratusan meter pula tebing di atasnya yang masih harus didaki.

Ia melihat dan melihat sekelilingnya, sambil berharap dapat menemukan soft-lensnya yg terlepas itu, tapi ternyata ia tdk dapat menemukannya. Ia berada jauh dari rumah dan penglihatannya sekarang buram. Ia putus asa dan mulai merasa gelisah, kemudian ia mulai berdoa kapada Tuhan agar menolongnya menemukan soft-lens itu.

Ketika ia sampai di puncak tebing, temannya membantu mencari dengan memeriksa bajunya dengan harapan dapat menemukannya, tetapi soft-lens itu tetap tidak dapat ditemukan. Ia duduk dgn perasaan yang hilang pengharapan, beristirahat dengan sebagian rombongan sambil menunggu rombongan lainnya. Sambil termenung, Brenda melihat gunung-gunung di sekitarnya, tiba-tiba teringat olehnya sepotong bagian dari ayat Alkitab yang tertulis, "mata Tuhan menjelajah seluruh bumi" (II Tawarikh 16:9). Ia kemudian berdoa di dalam hatinya, "Tuhan, Engkau dapat melihat semua gunung-gunung. Engkau juga mengetahui setiap daun dan batu yang ada di gunung ini, dan Engkaupun tahu dengan pasti di mana soft-lensku berada. Ya Tuhan, tolonglah aku."

Akhirnya mereka turun ke bawah melalui jalan yang kecil. Sesampainya di bawah, mereka bertemu dengan rombongan lain yang baru mau memulai pendakian. Tiba-tiba seorang dari mereka berteriak, "Halo teman, adakah di antara kalian yang kehilangan soft-lens?" Tentu saja hal ini cukup mengejutkan, tetapi tahukah anda bagaimana pendaki itu menemukannya? Pendaki itu melihat seekor semut kecil sedang bergerak secara perlahan di permukaan tebing sambil membawa sebuah soft-lens.

Ketika bercerita kepada ayahnya mengenai kejadian luar biasa tentang seekor semut, doa dan soft-lensnya yang hilang, ayahnya kemudian menggambar sebuah kartun tentang seekor semut memikul sebuah soft-lens dengan tulisan : "Tuhan, aku tidak tahu mengapa Engkau menginginkan aku untuk membawa benda ini. Saya tidak dapat memakannnya dan benda ini sangatlah berat. Tetapi bila itu memang kehendakMu, aku akan membawakannya untukMu."

Tuhan Yesus telah merendahkan diriNya dan rela menderita menanggung semua beban dosa kita. Biarlah kita juga belajar merendahkan diri, sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan. Adakalanya dalam keadaan yang sukar, kita dapat belajar untuk berseru, "Tuhan, saya tidak mengerti mengapa Engkau menginginkan saya memikul beban ini. Saya tidak melihat ada hal yang berguna di dalamnya dan beban ini sangatlah berat. Tetapi kalau ini adalah kehendakMu, saya akan melakukannya."

Janganlah meminta pelayanan sesuai kekuatan kita, tetapi mintalah kekuatan sesuai dengan pelayanan kita.
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Filipil 4:13.
Sent by Hizkia J.
 
 
 
 
 
 
Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81
 

Kairos yang Berlalu

| comments

Satria dan Dinda sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing. .
Dinda : "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku." Satria: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang." (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Dinda: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?" Satria: "Eh? permainan apaan?" Dinda: " Eng. ..gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?" Satria: "Baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan."
Dinda: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
Satria: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus" Dinda: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya.... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru." Satria : "Boleh juga..." (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Satria mengantarkan Dinda pulang malam harinya)

Hari ke 2: Satria dan Dinda menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis... Sebelum pulang Satria membeli sebuah kalung perak berliontin mutiara untuk Dinda.

Hari ke 3: Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Satria. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7: Bermain bowling dengan teman-teman Satria. Tangan dinda terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Satria memijit-mijit tangan Dinda dengan lembut.

Hari ke 25: Satria mengajak Dinda makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Dinda memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41: Dinda berulang tahun. Satria yang kebetulan bisa memasak membuatkan kue ulang tahun untuk Dinda. Satria nekat membuat kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Dinda terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67: Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Satria menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Dinda, dan dinda membelikan sebuah pulpen untuk Satria.

Hari ke 72: Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Dinda penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu meneteskan air mata..

Hari ke 84: Satria mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam,dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99: Satria memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota. 15:20 pm Satria:"Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar." Dinda: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?" Satria: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah banyak berjalankaki keliling kota hari ini. Sebentar ya"  Dinda mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena berjalan cukup jauh di kota tua Jakarta 15:30 pm Dinda sudah menunggu selama 10 menit dan Satria belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik. Dinda : "Ada apa pak?"

Orang asing: "Ada seorang pria ditabrak mobil. Kayaknya pria itu adalah temanmu" Dinda segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Satria bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Dinda segera melarikan mobilnya membawa Satria ke rumah sakit terdekat. Dinda duduk diluar ruang gawat daruratselama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan buku catatan kecil ini dalam kantung bajunya." Dokter memberikan buku kecil yang terkena percikan darah kepada Dinda dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Satria. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai.. Dinda duduk disamping pembaringan Satria dan menggenggam tangan Satria dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Dinda merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca buku catatan kecil yang selalu dibawanya.

Dear Dinda... ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa kau adalah wanita yang berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha lebih sabar untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya. Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Dinda, aku sangat sayang padamu.

23:58 Dinda: " Satria, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Satria, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Satria. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Satria, Aku sayang kamu...!"
Jam dinding berdentang 12 kali.....jantung Satria berhenti berdetak. Hari itu adalah hari ke 100...

Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi. Tahukah Kawan kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan? Tahukah Kawan kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?

renungkan .... pahami dan ambil maknanya buat kehidupan kita ...God Bless You Always






Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

KARAKTER WANITA BIJAK

| comments

Karakter adalah sifat, budi pekerti, tabiat, atau watak. Berbeda dengan karisma, karakter adalah sesuatu yang tidak kelihatan. Karakter adalah kualitas dan nilai yang sesungguhnya dari seseorang. Ini menunjukkan siapa anda sesungguhnya.

1. saleh atau takut akan Tuhan (Amsal 31:30)
karakter pertama yang menyebabkan seorang istri mempunyai nilai yang tinggi adalah kesalehannya, ayat tersebut dengan tegas mengatakan bahwa kecantikan tubuh bukanlah ukuran bagi istri yang tinggi nilainya. Banyak wanita ingin dipuji kecantikannya sehingga berusaha merombak wajahnya agar kelihatan cantik. Anda tidak perlu mengubah wajah anda, syukuri apa yang sudah diberikan Tuhan, hiduplah saleh dihadapan Tuhan (I Petrus 3:3,4)

2. Dapat dipercaya
Hati suaminya percaya kepadanya (Amsal 31:11)
Istri yang berbahagia adalah istri yang dipercayai sepenuhnya oleh suami

3. Berbuat baik kepada suami (Amsal 31:12)
Rajin mengurus suami, makanan selalu disediakan pada waktunya, rumah tangga diatur sebaik-baiknya, perabot2 tidak ada yang kotor berdebu, anak2 terurus dengan baik tidak ada yang terlantar. Tetapi itu semua jangan hanya dilakukan pada saat suami sedang berjaya saja atau pada waktu suami sukses, tetapi pada saat suami sedang bangkrut, dalam kondisi yang buruk apakah kita tetap berbuat baik? Istri Ayub adalah contoh istri yang berbuat baik kepada keluarganya pada masa suaminya jaya

4. Lemah lembut (Amsal 32:26)
Seorang istri dan ibu harus menjaga perkataannya, menjadi pencipta suasana lemah lembut dan kasih sayang dirumah, memberi nasehat dengan sabar maka keluarga akan betah tinggal dirumah

5. berhikmat (Amsal 31:26)
seorang istri tidak akan membuka mulutnya dengan sembarangan, dia tidak ingin kata-katanya keluar dengan sia-sia, perkataannya tidak melukai orang, tetapi hendaknya membangun dan menghibur

6. Murah hati (Amsal 31:20)
Seorang istri yang murah hati akan memperhatikan orang-orang yang ada disekitarnya, tidak hanya mementingkan kepentingannya atau keluarganya saja. Suka mengulurkan tangan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Seorang istri yang suka memberi adalah seorang istri yang tahu membuka sumber berkat bagi keluarganya. Dia mengerti betul hukum yang mengatakan ”berilah maka kamu akan diberi”. Sebab dengan memberi berarti dia membuka tingkap2 langit sehingga Allah dapat mencurahkan berkat dengan berkelimpahan. Seorang istri yang tidak suka berbuat demikian bahkan melarang suaminya memberi bagi Tuhan atau kepada orang lain berarti belum dapat mengelola berkat Tuhan.

"Sungguhlah Pria yang mendapatkan penolong sejatinya seperti karakter ini adalah berbahagia dan dikenan oleh Allah.."

KARAKTER WANITA BIJAK di Ulas dalam bentuk Alkitabiah (Bible) :
1. Cakap. amsal 31:10
2. Bertanggung jawab. amsal 31:11
3. berbuat baik. amsal 31:12
4. dapat dipercaya. amsal 31:12
5. cekatan. amsal 31:13
6. manajer rumah tangga yang baik. amsal 31:14,15
7. rajin bekerja.amsal31:16
8. kekuatan. amsal 31:17
9. tahan uji. amsal 31:18
10. suka bekerja. amsal 31:19
11. murah hati. amsal31:20
12. proaktif. amsal 31:21
13. berpakaian rapih. amsal 31:22
14. istri dari seorang suami yg baik. amsal 31:23
15. seorang yg berjiwa bisnis. amsal 31:24
16. terhormat. amsal 31:25
17. bijaksana. amsal 31:26a
18. ramah. amsal 31:26b
19. ibu teladan. amsal 31:27a
20. sibuk. amsal 31:27b
21.layak dipuji.amsal 31:28
22. wanita yang unggul & luar biasa. amsal31:29
23.takut akan Allah. amsals 31:30
24. kehidupannya berbuahkan kebenaran. amsal 31:31

***********************************************






Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

Keajaiban di dalam DIRI ANDA

Thursday, October 18, 2012 | comments

The Miracle of Endorphin
The Miracle of Endorphin

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering terluka oleh orang lain. baik sengaja atau tidak di sengaja. bagaimana anda menangani sakit hati anda, akan menentukan kebahagiaan anda. Bila anda memendam sakit hati dalam hidup anda dan terus menyimpannya ini disebut kebencian. Jika seseorng menyakiti anda tahun lalu & anda masih menyimpannya, itu akan meracuni hidup anda.

Untuk kesehatan & kebahagiaan anda sendiri, anda harus belajar mengampuni & Memaafkan. Jika seseorang cemas, takut, maresa tertekan, OTAKnya mengeluarkan NOR-Adrenalin, Hormon yg sangat Beracun. diantara racun alami, hormon ini menempati Urutan kedua setelah bisa Ular. racun ini membuat sakit, cepat Tua & Cepat meninggal.

Jika seseorang menghadapi segala sesuatu secara positif & afirmatif, OTAK akan Mengeluarkan hormon BETA-endorfin. Hormon kebahagiaan ini berkhasiat memperkuat daya tahan Tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas dalam relasi antar manusia, meningkatkan semangat, daya tahan & kreativitas.

Mungkin tak Mudah bagi kita untuk melakukan hal tersebut, mengingat rasa sakit dan kecewa yang telah orang lain berikan pada kita. tapi ketahuilah, semua itu justru melatih hati, pikiran & mental kita untuk lebih kuat menghadapi setiap masalah yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari.

untuk hidup sehat dan bahagia, jangan biarkan situasi dan kondisi yang terjadi disekeliling kita mengendalikan hati dan pikiran kita. yang perlu kita lakukan hanya berusaha memberi damai sejahtera pada hati kita. karena itu tersenyumlah & bersikaplah Positif jika ingin Hidup bahagia, sehat & Berumur Panjang.

Dikutip dari : The Miracle of Endorphin
Dr. Shigeo Haruyama






Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

AKAN KUGENDONG ENGKAU SAMPAI AJAL TIBA

Tuesday, November 15, 2011 | comments

Suatu malam ketika aku kembali ke rumah, istriku menghidangkan makan malam untukku, sambil memegang tangannya aku berkata; “Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Istriku lalu duduk disamping sambil menemaniku menikmati makan malam dengan tenang. Dari raut wajah dan matanya kutahu dia sedang memendam luka batin yang membara.

Tiba-tiba aku tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Kata-kata rasanya berat keluar dari mulutku. Akan tetapi aku harus membiarkan istriku mengetahui apa yang sedang kupikirkan. Aku ingin sebuah perceraian diantara kami. Aku lalu memberanikan diri untuk membicarakannya dengan tenang. Nampaknya dia tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraanku, dia malah balik dan bertanya kepadaku dengan tenang, tapi mengapa?

Aku menolak menjawabnya. Ini membuatnya sungguh marah kepadaku. Dia membuang choptiks di tangannya dan mulai berteriak kepadaku, “Engkau bukan seorang laki-laki sejati.”
Malam itu kami tidak saling bertegur sapa. Dia terus menangis dan menangis. Aku tahu bahwa dia ingin mengetahui alasan dibalik keinginanku untuk bercerai. Tetapi aku dapat memberinya sebuah jawaban yang memuaskan; “Dia telah menyebabkan kasih sayangku hilang terhadap Jane (wanita simpananku). Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya kasihan kepadanya.”

Dengan sebuah rasa bersalah yang dalam, aku membuat sebuah pernyataan persetujuan untuk bercerai bahwa dia dapat memiliki rumah kami, mobil dan 30% dari keuntungan perusahaan kami. Dia sungguh marah, merobek kertas itu. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya bersamaku kini telah menjadi orang asing di rumah kami, khususnya di hatiku. Aku meminta maaf untuknya, untuk waktunya yang telah terbuang selama 10 tahun bersamaku, untuk semua usaha dan energy yang diberikan kepadaku tapi aku tidak dapat menarik kembali apa yang telah kukatakan kepada Jane bahwa aku sungguh mencintainya. Akhirnya dia menangis dengan suara keras di hadapanku yang mana Aku sendiri berharap melihat terjadi padanya. Bagiku tangisannya tidak mempunyai makna apa-apa. Keinginanku untuk bercerai di hati dan pikiranku telah bulat dan aku harus melakukannya saat itu.

Hari berikutnya, ketika aku kembali ke rumah sedikit larut kutemukan dia sedang menulis sesuatu di atas meja di ruang tidur kami. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur karena rasa ngantuk yang tak tertahankan akibat rasa capai sesudah seharian bertemu dengan Jane, wanita idamanku saat itu. Ketika terbangun kulihat dia masih duduk di samping meja itu sambil melanjutkan tulisannya. Aku tidak menghiraukannya dan kembali meneruskan tidurku.

Pagi harinya dia menyerahkan syarat-syarat perceraian yang telah ditulisnya sejak semalam kepadaku; Dia tidak menginginkan sesuatupun dariku, tetapi hanya membutuhkan waktu sebulan sebelum percerain untuk saling memperlakukan sebagai suami-istri dalam arti sebenarnya. Dia memintaku dalam sebulan itu kami berdua harus berjuang untuk hidup normal layaknya suami-istri. Alasannya sangat sederhana; “Putra kami akan menjalani ujian dalam bulan itu sehingga dia tidak ingin mengganggunya dengan rencana perceraian kami.”

Aku menyetujui syarat-syarat yang dia berikan. Akan tetapi dia juga meminta beberapa syarat tambahan sebagai berikut; Dalam rentang waktu sebulan itu, aku harus mengingat kembali bagaimana pada permulaan pernikahan kami, aku harus menggendongnya sambil mengenang kembali saat pesta pernikahan kami. Dia memintaku untuk menggendongnya selama sebulan itu dari kamar tidur sampai di muka pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia sudah gila. Akan tetapi, biarlah kucoba untuk membuat hari-hari terakhir kami menjadi indah untuk memenuhi permintaannya kepadaku demi meluluskan perceraian kami.

Aku menceritakan kepada Jane (wanita simpananku) tentang syarat-syarat yang ditawarkan oleh istriku. Jane tertawa terbahak-bahak mendengarnya dan berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang aneh dan tak bermakna. Terserah saja apa yang menjadi tuntutannya tapi yang pasti dia akan menghadapi perceraian yang telah kita rencanakan, demikian kata Jane.

Kami tak lagi berhubungan badan layaknya suami-istri selama waktu-waktu itu. Sehingga sewaktu aku menggendongnya keluar menuju pintu rumah kami pada hari pertama, kami tidak merasakan apa-apa. Putra kami melihatnya dan bertepuk tangan dibelakang kami, sambil berkata, wow…papa sedang menggendong mama. Kata-kata putra kami sungguh membuat luka di hatiku.

Dari tempat tidur sampai di pintu depan aku menggendong dan membawanya sambil tangannya memeluk eratku. Dia menutup mata sambil berkata pelan; “Jangan beritahukan perceraian ini kepada putra kita.” Aku menurunkannya di depan pintu. Dia lalu pergi ke depan rumah untuk menunggu bus yang akan membawanya ke tempat kerjanya. Sedangkan aku mengendarai mobil sendirian ke kantorku.

Pada hari kedua, kami berdua melakukannya dengan lebih mudah. Dia merapat melekat erat di dadaku. Aku dapat mencium dan merasakan keharuman tubuh dan pakaianya. Aku menyadari bahwa aku tidak memperhatikan wanita ini dengan saksama untuk waktu yang sudah agak lama. Aku menyadari bahwa dia tidak muda lagi seperti dulu. Ada bintik-bintik kecil di raut wajahnya, rambutnya mulai beruban! Perkawinan kami telah membuatnya seperti itu. Untuk beberapa menit aku mencoba merenung tentang apa yang telah kuperbuat kepadanya selama perkawinan kami.

Pada hari yang ke empat, ketika aku menggendongnya, aku merasa sebuah perasaan kedekatan/keintiman yang mulai kembali merebak di relung hatiku yang paling dalam. Inilah wanita yang telah memberi dan mengorbankan 10 tahun kehidupannya untukku. Pada hari keenam dan ketujuh, aku mulai menyadari bahwa kedekatan kami sebagai suami-istri mulai tumbuh kembali di hatiku. Aku tidak mau mengatakan perasaan seperti ini kepada Jane (wanita yang akan kunikahi setelah perceraian kami). Aku pikir ini akan lebih baik karena aku hanya ingin memenuhi syarat yang dia minta agar nantinya aku bisa menikah dengan wanita yang sekarang aku cintai, si Jane.

Aku memperhatikan ketika suatu pagi dia sedang memilih pakaian yang hendak dia kenakan. Dia mencoba beberapa darinya tapi tidak menemukan satu pun yang cocok untuk tubuhnya. Dia lalu sedikit mengeluh, semua pakaianku terasa terlalu besar untuk tubuhku sekarang. Aku kemudian menyadari bahwa dia semakin kurus, dan inilah alasannya mengapa aku dapat dengan mudah menggendongnya pada hari-hari itu.

Tiba-tiba kenyataan itu sangat menusuk dalam di hati dan perasaanku. Dia telah memendam banyak luka dan kepahitan hidup di hatinya. Aku lalu mengulurkan tanganku dan menyentuh kepalanya.

Tiba-tiba putra kami muncul pada saat it dan berkata, “Papa, sekarang waktunya untuk menggendong dan membawa mama.” Baginya, menggendong dan membawa ibunya keluar menjadi sesuatu yang penting dalam hidupnya. Istriku mendekati putra kami dan memeluk erat tubuhnya penuh keharuan. Aku memalingkan wajahku ke arah yang berlawanan karena takut situasi istri dan putraku akan mempengaruhi dan mengubah keputusanku untuk bercerai pada saat-saat akhir memenuhi syarat-syaratnya. Aku lalu mengangkatnya dengan kedua tanganku, berjalan dari kamar tidur kami, melalui ruang santai sampai ke pintu depan. Tangannya melingkar erat di leherku dengan lembut dan sangat romantis layaknya suami-istri yang hidupnya penuh kedamaian dan harmonis satu dengan yang lain. Aku pun memeluk erat tubuhnya; dan ini seperti moment hari pernikahan kami 10 tahun yang lalu.

Akan tetapi tubuhnya yang sekarang ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika aku menggendongnya dengan kedua lenganku aku merasa sangat berat untuk menggerakkan walaupun cuma selangkah ke depan. Putra kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluk eratnya sambil berkata, aku tidak pernah memperhatikan selama ini bahwa hidup perkawinan kita telah kehilangan keintiman/keakraban satu dengan yang lain. Aku mengendarai sendiri kendaraan ke kantorku, melompat keluar dari mobilku tanpa mengunci pintunya. Aku sangat takut jangan sampai ada sesuatu yang membuatku mengubah pikiranku. Aku naik ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku berkata kepadanya, "Maaf, Jane, aku tidak ingin menceraikan istriku"

Jane memandangku penuh tanda tanya bercampur keheranan, dan kemudian menyentuh dahiku dengan jarinya. Apakah badanmu panas?, dia berkata. Aku mengelak dan mengeluarkan tangannya dari dahiku. Maaf, Jane, aku tidak akan bercerai. Hidup perkawinanku terasa membosankan karena dia dan aku tidak memakna secara detail setiap moment kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai satu sama lain. Sekarang aku menyadari bahwa sejak aku menggendong dan membawanya setiap pagi, dan terutama kembali mengingat kenangan hari pernikahan kami aku memutuskan untuk tetap akan menggendongnya sampai hari kematian kami tak terpisahkan satu dari yang lain. Jane sangat kaget mendengar jawabanku. Dia menamparku dan kemudian membanting pintu dengan keras dan mulai meraung-raung dalam kesedihan bercampur kemarahan terhadapku. Aku tidak menghiraukannya.

Aku menuruni tangga dan mengendarai mobilku pergi menjauhinya. Aku singgah di sebuah tokoh bunga di sepanjang jalan itu, aku memesan bunga untuk istriku. Gadis penjual bunga bertanya apa yang harus kutulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis; “Aku akan menggendongmu setiap pagi sampai kematian menjemput.”

Petang hari ketika aku tiba di rumah, dengan bunga di tanganku, sebuah senyum indah di wajahku, aku berlari kecil menaiki tangga rumahku, hanya untuk bertemu dengan istiriku dan menyerahkan bunga itu sambil merangkulnya untuk memulai sesuatu yang baru dalam perkawinan kami, tapi apa yang kutemukan...???
Istriku telah meninggal di atas tempat tidur yang telah kami tempati bersama selama 10 tahun pernikahan kami.

Istriku telah berjuang melawan kanker ganas yang telah menyerangnya berbulan-bulan tanpa pengetahuanku karena kesibukanku untuk menjalin hubungan asmara dengan Jane. Istriku tahu bahwa dia akan meninggal dalam waktu yang relatif singkat akibat kanker ganas itu, dan ia ingin menyelamatkanku dari apapun pandangan negatif yang mungkin lahir dari putra kami sebagai reaksi atas kebodohanku sebagai seorang suami dan ayah, terutama rencana gila dan bodohku untuk menceraikan wanita yang telah berkorban selama sepuluh tahun mempertahankan pernikahan kami dan demi putra kami. Sekurang-kurangnnya, di mata putra kami – aku adalah seorang ayah yang penuh kasih dan sayang. Demikianlah makna dibalik perjuangan istriku.


Sekecil apapun dari peristiwa atau hal dalam hidup sangat mempengaruhi hubungan kita. Itu bukan tergantung pada uang di bank, mobil atau kekayaan apapun namanya. Semuanya ini bisa menciptakan peluang untuk menggapai kebahagiaan tapi sangat pasti bahwa mereka tidak bisa memberikan kebahagiaan itu dari diri mereka sendiri. Suami-istrilah yang harus saling memberi demi kebahagiaan itu.

Karena itu, selalu dan selamanya jadilah teman bagi pasanganmu dan buatlah hal-hal yang kecil untuknya yang dapat membangun dan memperkuat hubungan dan keakraban di dalam hidup perkawinanmu. Milikilah sebuah perkawinan yang bahagia. Kamu pasti bisa mendapatkannya, kawan!

Semoga saja kisah ini menjadi bahan pembelajaran bagi teman-teman baik ŷαης sedang merencanakan ǘπŁùƙ menikah, ƴαπƍ telah hiϑup dalam pernikahan, †ǎƿĩ terlebih ǘπŁùƙ teman-teman ƴαπƍ mengalami goncangan dalam hidup perkawinan mereka saat ini. Percayalah, Tuhan sedang menegur & mengingatkanmu akan keutuhan & kekudusan pernikahan lewat kisah ini.

Jika engkau tidak ingin membagi cerita ini, pasti tidak akan terjadi sesuatu padamu di hari-hari hidupmu. Akan tetapi, kalau engkau mau membagi cerita ini kepada sahabat kenalanmu, maka satu hal yang pasti bahwa Tuhan sedang menggunakanmu untuk menyelamatkan perkawinan orang lain, terutama mereka yang sekarang mengalami masalah dalam pernikahan mereka.

Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabat yang menikah maupun yang berencana untuk menikah
Sumber : ***Duc in Altum***







Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

MASIH ADAKAH TUHAN?

Tuesday, September 13, 2011 | comments

Ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun lalu di USC University of Southern California). Disana ada seorang profesor filosofi yang mengaku ateis.

Tujuan utamanya selama kelas semester adalah berusaha membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Para mahasiswanya selalu takut untuk berargumentasi dengan dia karena logikanya yang sangat masuk akal. Telah 20 tahun berselang ia mengajar kelasnya dan tidak seorang pun berani menentangnya.

Beberapa mahasiswa memang pernah mencoba, tapi tidak seorangpun berhasil karena reputasinya. Di akhir setiap semester, pada hari terakhir, dia selalu berkata dihadapan 300 orang mahasiswanya, "Bila ada yang masih percaya pada YESUS, silahkan berdiri!" Selama duapuluh tahun, tidak seorang pun yang berani berdiri.

Mahasiswanya sudah tahu apa yang akan dilakukan profesor tsb selanjutnya. Ia akan berkata, "Siapapun yang percaya pada Tuhan adalah seorang yang tolol. Bila Tuhan memang ada, Ia mampu memberhentikan kapur ini jatuh mengenai lantai dan tidak pecah. Contoh sederhana untuk membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan, dan memang Ia tidak dapat melakukannya."

Dan setiap tahun, profesor tersebut menjatuhkan kapur ke lantai dan kapur itu pecah menjadi ratusan potongan. Semua mahasiswanya tidak dapat berbuat apa-apa selain diam dan menyaksikannya. Kebanyakan mahasiswanya terlalu takut untuk berdiri.

Beberapa tahun kemudian seorang mahasiswa muda mendaftarkan diri Pada kelas profesor tsb. Ia adalah seorang Kristen dan sudah mendengar cerita tentang bakal profesornya. Ia wajib mengikuti kelas profesor tersebut dan dia merasa gentar menghadapinya. Untuk 3 bulan semesternya, ia berdoa setiap pagi supaya ia dimampukan untuk berdiri, apapun yang akan dikatakan profesor dan yang dipikirkan oleh rekan-rekannya. Tidak ada yang dapat melemahkan imannya, ia hanya berharap.

Akhirnya hari terakhir itu tiba. Profesor tersebut berkata, "Bila ada diantara anda yang masih percaya pada Tuhan, silahkan berdiri." Profesor dan 300 orang mahasiswanya terkejut melihat seorang mahasiswa muda yang berdiri dibagian belakang kelas. Profesor tersebut berteriak,"Anda bodoh !!!

Bila Tuhan benar-benar ada Ia akan mampu mencegah kapur ini pecah saat menyentuh lantai!" Ia bersiap melepaskan kapur yang dipegangnya. Tapi saat ia melepaskannya, kapur tersebut terlepas dari jarinya dan masuk ke lengan bajunya, meluncur terus ke celananya melewati kakinya hingga ke sepatunya. Saat menyentuh lantai kapur tersebut tidak pecah. Kesombongan profesor luluh saat ia melihat kapur tersebut.

Ia menatap mahasiswa muda tadi dan segera lari dari ruangan kuliah. Mahasiswa yang berdiri tadi, berjalan ke depan kelas dan berbagi iman tentang YESUS selama 30 menit. Tigaratus mahasiswa bertahan dan mendengarkan saat ia menceritakan kasih Tuhan untuk mereka dan Kuasanya melalui YESUS.

Begitulah Sifat MANUSIA. Kadang Ia Lupa Darimanakah Sumber Kebijakan yg Ia dapat??... Saat TUHAN Mempercayakan Anda Mendapat Karunia Hikmah & Kebijakan, Kita menjadi Sombong dan Lupa diri bahwa semua itu kita dapat bukan krn kebolehan dan kepintaran kita, tapi krn kasih karunia TUHAN Semata. Untuk itu Saudaraku, Jika TUHAN Mengaruniai Engkau Kebijakan, Gunakanlah Kebijakan itu Untuk Kemuliaan Nama TUHAN Amin....

Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

BEJANA TANAH LIAT

| comments

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 1 Samuel 16:7B

William adalah seorang penasehat kerajaan yang disegani karena kebijaksanaannya, raja sangat memperhatikan perkataan dan nasehatnya. Wajah buruk dan tubuhnya yang bongkok membuat putri raja iri dan bertanya sambil mengejek : “Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaanNya dalam diri orang yang buruk rupa dan bongkok”.

William balik bertanya : “Apakah ayahmu mempunyai anggur ?” “Semua orang tahu ayahku mempunyai anggur terbaik, pertanyaan bodoh macam apa itu”, putri raja menyahut sinis. “Dimana ia meletakkannya ?” William bertanya lagi, “Yang pasti didalam bejana tanah liat”.

Mendengar itu William tertawa. “seorang raja yang kaya akan emas dan perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat ?” Mendengar itu putri raja berlalu meninggalkannya dengan rasa malu, ia segera memerintahkan pelayan memindahkan semua anggur yang ada di istana dari dalam bejana tanah liat ke dalam bejana dari emas dan perak.

Suatu hari raja mengadakan jamuan bagi para tamu kerajaan, alangkah kagetnya ia karena anggur yang diminumnya rasanya sangat asam, lalu dengan geram ia memanggil semua pelayan istana yang kemudian menceritakan bahwa anggur yang disuguhkan tadi berasal dari bejana emas dan perak atas instruksi putri raja sendiri, lalu raja menegur keras perilaku putrinya itu.

Putri raja berkata kpd William, “Mengapa engkau menipu aku, aku memindahkan semua anggur ke bejana emas tapi hasilnya semua anggur jadi terasa asam.” Dengan ringan William menjawab : “Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana, kebijaksanaan itu sama seperti anggur ia hanya cocok dalam bejana dari tanah liat.”

Ketika Tuhan mencari alat yang ingin dipakaiNya, Ia tidak harus mencari yang terbuat dari emas, tetapi dari tanah liat yang sederhana







Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

MILYUNER JUAL HARTANYA

Thursday, September 1, 2011 | comments

Karl Rabeder
Seorang miliuner Austria, Karl Rabeder, memberikan setiap sen kekayaanya senilai total 3 juta poundsterling atau setara Rp50 miliar setelah menyadari kekayaannya tidak membuat dirinya bahagia. Demikian diberitakan Kompas 12 Februari lalu.

Rabeder (47), pengusaha sukses dari Telfs, kini tengah menjual vila mewah dengan danaunya serta pemandangan pengunungan Alps yang spektakuler senilai Rp21 miliar. Dia juga menjual rumah pertanian dari batu serta belasan hektar lahan di sekitaranya di Provence dengan nilai Rp10 miliar, serta enam koleksi pesawat terbang layang senilai Rp6 miliar dan sebuah mobil audi mewah senilai Rp700 juta. Selain itu, dia telah menjual perabot interior dan aksesori bisnis, dari vas hingga bunga artifisial.

”Rencana saya adalah untuk tidak menyisakan apa pun. Tidak memiliki apa pun,” katanya kepada The Daily Telegraph pada awal pekan ini. “Uang itu kontraproduktif, uang menghalangi datangnya kebahagiaan.”

"Karl Rabeder", Ia akan keluar dari rumah mewahnya itu, lalu menyepi ke sebuah pondok kayu kecil yang ciamik di pengunungan tersebut atau ke sebuah rumah sederhana di Innsbruck. Semua hasil penjualan hartanya akan menjadi modal untuk lembaga amal yang dia dirikan di Amerika Tengah dan Latin, tetapi ia tidak akan mengambil gaji dari situ.

“Lama saya meyakini bahwa dengan banyak kekayaan dan kemewahan berarti secara otomatis akan lebih membahagiakan,” katanya. “Saya berasal dari kerluarga yang sangat miskin, yang aturanya adalah bekerja lebih keras untuk mencapai hal-hal material yang lebih banyak dan saya melakukan hal itu bertahun-tahun,” kata Rabeder.

Namun, dia kemudian merasakan sesuatu yang lain, perasaan yang justru bertentangan dengan keyakinan awalnya. “Semakin sering saya mendengar kata-kata, ’Hentikan apa yang Anda lakukan sekarang, segala kemewahan dan konsumerisme ini, dan mulailah hidupmu yang sesungguhnya,’” katanya. “Saya merasa, saya bekerja laksana budak untuk hal-hal yang tidak saya ingin atau butuh. Saya kira bahwa ada banyak orang lain yang melakukan hal yang sama.”

Bagaimanapun, selama bertahun-tahun dia tidak cukup berani untuk menghentikan semua hal yang memerangkap kenyamanan eksistensinya. Akhirnya titik balik itu terjadi saat dia berada dalam liburan selama tiga minggu bersama istrinya di Kepulauan HAWAII.

“Itu merupakan guncangan terbesar dalam hidup saya ketika saya menyadari betapa mengerikan dan tanpa perasaannya kehidupan bintang lima itu,” katanya. “Dalam tiga minggu tersebut, kami menghabiskan semua uang yang mungkin dapat Anda belanjakan. Namun, dalam keseluruhan waktu itu, kami merasa bahwa kami tidak menemukan seorang pribadi yang nyata, semuanya aktor. Para staf memainkan peran untuk ramah dan para tamu memainkan peran sebagai orang penting dan tidak seorang pun nyata.”

Dia memiliki perasaan bersalah yang sama ketika melakukan perjalanan ke Amerika Selatan dan Afrika. “Saya semakin mendapatkan sensasi bahwa ada hubungan antara kekayaan kami dan kemiskinan mereka,” katanya. Tiba-tiba dia menyadari, “Jika saya tidak melakukan ini sekarang, saya tidak pernah melakukan hal ini dalam sisa hidup saya.”

Maka, Rabeder memutuskan untuk mengundi rumahnya di Alpine. Ia menjual sebanyak 21.999 tiket lotere, masing-masing hanya seharga 87 poundsterling. Rumah di Provence di Desa Cruis dijual oleh agen properti lokal. Semua uang akan disalurkan untuk usaha kredit mikro yang menawarkan pinjaman skala kecil kepada warga Amerika Latin dan membangun bantuan strategis untuk pemberdayaan diri orang-orang di El Salvador, Honduras, Bolivia, Peru, Argentina, dan Cile.

Sejak menjual hartanya, Rabeder mengatakan bahwa dirinya merasa bebas, tidak lagi merasa terbebani. Namun, dia mengatakan, ia tidak akan menghakimi orang kaya yang memilih untuk terus menumpuk kekayaan. “Saya tidak punya hak untuk memberikan nasihat bagi orang lain. Saya hanya mendengar suara hati saya.” Kisah sejati di atas telah banyak dikutip berbagai media massa, juga telah beredar di milis-milis, karena sangat menarik perhatian banyak orang.

Paradigma yang baru ditemukan oleh Karl Rabeder ini tentu bertolak belakang dengan paradigma duniawi yang biasa kita lihat. Namun inilah paradigma surgawi yang disampaikan Kristus. Inilah kebenaran itu. Rabeder telah menemukan apa itu kekayaan yang sejati, dia juga telah menemukan kebenaran yang sejati. Dan bukan hanya Rabeder, ternyata ada banyak orang kaya lainnya yang akhirnya juga melihat "dimana harta sejati itu berada".

Jika semua orang yang diberi kesempatan oleh Tuhan membagi hartanya bagi banyak orang miskin yang membutuhkan, maka dunia ini akan seimbang dan penuh sukacita.

Renungan : 
RABEDER TELAH MENEMUKAN PARADIGMA SURGAWI TENTANG ARTI HARTA YANG SESUNGGUHNYA, BAGAIMANA DENGAN KITA?
Doa : 
Tuhan Yesus, berilah kami paradigma surgawi tentang harta surgawi dan mampukan kami menerapkannya dengan hikmt surgawi MU di tengah-tengah kehidupan kami saat ini
Ayat Alkitab: Markus 10:17-23
(Sumber: The Telegraph)







Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

TUJUH KEAJAIBAN DUNIA

| comments

Seorang guru Sekolah Dasar memberikan tugas kepada kelas yang diajarnya, untuk mendaftarkan Tujuh Keajaiban Dunia yang mereka ketahui saat ini. Tepat sebelum kelas usai siang itu, semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing. Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu. Tapi tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu…

Malam nya sang guru mulai menilai hasil tugas siswa-siswanya. Dan walaupun terdapat sedikit perbedaan, sebagian besar siswa mendaftarkan demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut. Tapi guru itu meneruskan penilaiannya sampai lembar yang paling akhir…

Tapi pada lembar yang paling akhir itu, sang guru kemudian terdiam sambil merenung. Lembar terakhir itu milik si gadis kecil yang pendiam… Isinya seperti ini:

Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa melihat;
2. Bisa mendengar;
3. Bisa menyentuh;
4. Bisa disayangi;
5. Bisa merasakan;
6. Bisa tertawa; dan
7. Bisa mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran-lembaran tugas siswa-siswanya… Kemudian menundukkan kepalanya berdoa... Mengucap syukur buat seorang gadis kecil pendiam di kelasnya, yang hari itu telah mengajarkannya sebuah perkara hebat…

----------

Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban, sementara Tuhan sendiri menganugerahkan keajaiban bagi kita setiap saat. Keajaiban itu Tuhan taburkan di sekeliling kita untuk kita miliki, simply karena sedemikian dalam Dia mencintai kita…

Lihatlah sekelilingmu hari ini, kepada semua keajaiban yang Tuhan sudah sediakan di sekitarmu, kadang tanpa engkau sendiri sadari…






Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

Ampuni Aku Tuhan! Bila Aku Mengeluh

| comments

Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang gadis cantik dengan rambut pirang. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan kuharap aku pun sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat - tersenyum. Oh Tuhan, ampuni aku bila aku mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.

Aku berhenti untuk membeli bunga lili. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata, "Terima kasih. Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu. Lihat saya buta." Oh Tuhan, ampuni aku bila aku mengeluh Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang anak dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, "Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, nak ?" Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar. Oh Tuhan, ampuni aku bila aku mengeluh Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

Dengan dua kaki untuk membawa aku ke mana aku mau. Dengan dua mata untuk memandang Mentari terbenam. Dengan dua telinga untuk mendengar apa yang ingin kudengar. Oh Tuhan, Ampuni aku bila aku mengeluh.






Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

BELAJAR DARI ULAT

Wednesday, August 24, 2011 | comments

Bagi penggemar tanaman atau yang memiliki hobi berkebun, seringkali menemukan binatang yang menjengkelkan, dimana dedaunan muda yang tumbuh segar, menjadi tak beraturan dan bolong-bolong bahkan habis dan tinggal tangkainya saja. Ternyata setelah kita perhatikan ada hewan yang biasanya berwarna hijau, sehijau dedaunan untuk kamuflase, binatang tersebut adalah ulat.

Ulat adalah salah satu binatang yang sangat rakus dalam melahap hijaunya dedaunan tanaman yang kita sayangi. Rasa marah yang sangat bila kita jumpai tanaman kesayangan kita telah habis dedaunannya, bahkan hanya tinggal ranting-ranting saja. Sedih dan marah rasanya karena usaha kita terasa terampas begitu saja karena ulah sang ulat.

Dibalik kekesalan dan rasa marah, pernahkah kita mencoba untuk melihat atau sedikit tertegun mengernyitkan dahi atas ulah sang ulat tersebut atau sebaliknya kita membunuhnya untuk melampiaskan kekesalan hati, setega itukah?

Hasil yang diakibatkan oleh ulah sang ulat memang sangat mengesankan bila dibanding dengan wujud ulat yang lemah dan lunak tubuhnya. Melihat dari akibat yang dihasilkan maka dapat kita katakan bahwa karakter ulat adalah pekerja keras dalam menggunduli dedaunan tanaman kita, seakan-akan mereka seperti dikejar deadline dan harus buru-buru untuk menyelesaikan. Hasilnya sangat mengesalkan sekali buat kita, yaitu tanaman yang gundul dalam waktu yang relatif singkat dan sekali lagi sungguh mengesankan.

Dalam menjalani misinya sang ulat tak membiarkan sedikit waktu terbuang. Sang ulat baru berhenti ketika sampai pada saat yang ditentukan dimana ia harus berhenti makan untuk menuju ke dalam kondisi puasa yang keras. Puasa yang sangat ketat tanpa makan tanpa minum sama sekali, dalam lingkupan kepompong yang sempit dan gelap.

Pada masa kepompong ini terjadi sebuah peristiwa yang sangat menakjubkan, masa dimana terjadi transformasi dari seekor ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang elok dan indahnya dikagumi manusia. Sang kupu-kupu yang terlahir seakan-akan menjadi makhluk baru yang mempunyai perwujudan dan perilaku yang baru dan sama sekali berubah.

Haruskah kita membiarkan begitu saja sebuah peristiwa yang sangat indah dan mengesankan ini, tentu tidak. Sebenarnya kita patut malu bila melihat tabiat ulat yang pekerja keras. Ulat seakan tak mempunyai waktu yang terluang dan terbuang sedikitpun. Waktu yang tersedia adalah waktu yang sangat berharga bagi ulat untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar yaitu masa kepompong, seakan dikejar-kejar oleh deadline sehingga sang ulat tak pernah beristirahat sejenakpun untuk terus melahap dedaunan.

Berpacunya sang ulat dengan waktu, ternyata disebabkan sang ulat telah mempunyai sebuah tujuan yang sangat jernih dan jelas yaitu mengumpulkan semua potensi yang ada untuk menghadapi satu saat yang sangat kritis yaitu masa kepompong, dimana pada masa kepompong tersebut dibutuhkan persiapan yang prima. Datangnya masa kepompong adalah sebuah keniscayaan, maka sang ulat mempersiapkan dengan kerja keras untuk menghadapinya.

Sebuah persiapan diri dengan kerja keras dilakukan juga pada hewan-hewan yang mengalami musim dingin. Dimana untuk menghadapi masa sulit di musim dingin, banyak hewan yang melakukan hibernasi selama musim dingin di gua-gua atau liang-liang, agar terhindar dari ganasnya musim dingin. Agar tubuh tetap hangat dan tersedianya energi maka sebelum menjelang musim dingin, hewan-hewan tersebut akan menumpuk lemak sebanyak-banyaknya di dalam tubuhnya, untuk dipakai sebagai bekal dalam tidur panjangnya.

Lalu coba kita berkaca dan mereview diri kita, adakah semangat yang luar biasa selayaknya ulat yang telah menggunduli dedaunan, bukankah sebuah masa depan dan tanggung jawab yang begitu beratnya harus kita pikul dan tunaikan. Namun kita terbuai dan masih sering suka bermain-main, selayaknya tertipu oleh permainan yang sangat melenakan.

Masa-masa dalam kehidupan kita sebagai individu atau kelompok, pasti tak akan pernah luput dari masa yang menyenangkan dan kemudian digantikan masa-masa yang sulit, itu adalah sebuah kepastian, sepasti bergantinya musim hujan disongsong oleh musim kemarau yang memayahkan.

Di dalam masa-masa senang satu saat akan berganti menjadi masa yang sulit dan bahkan menjadi sebuah musibah karena mengintai sebuah keterlenaan. Sungguh benar hadist nabi untuk mengambil kesempatan lima sebelum lima : muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati dan senggang sebelum sibuk. Dan bukankah kita telah diwanti-wanti untuk senantiasa mempersiapkan diri dengan apa saja yang kita mampu, untuk menggentarkan hati musuh-musuh kita.

Janganlah kita terlena bahkan kalah dengan hewan yang bernama ulat yang mempunyai etos kerja unggul dan memiliki pola pandang yang jauh ke depan yang meniti masa depan tersebut dengan kerja keras, karena masa depan dengan kesulitan dan cobaan itu pasti akan datang dan menghampiri kita, maka persiapan yang matang dan kerja keras yang mampu menolong kita dan bukan kemalasan dan menunda-nunda pekerjaan.





Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

BATU BESAR

Wednesday, August 17, 2011 | comments

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?" Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"

Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-ker ikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, "Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."

"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" "Belum!" sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya."

"Oh, bukan," sahut dosen, "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan "batu besar" terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."

Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda? Anak-anak anda; Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda; Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai; Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang berharga.

Ingatlah untuk selalu memasukkan "Batu Besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestin ya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: "Apakah "Batu Besar" dalam hidup saya?" Lalu kerjakan itu pertama kali."







Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81

TIGA PENDEKAR

| comments

  • Sumber: Nurhadi (29 Agustus 2002)

    Apakah mereka yang terbelakang dan bodoh merupakan rahmat Tuhan atau sebuah kecelakaan sejarah? Barangkali, cerita saya ini bisa menjadi salah satu kacamata untuk melihat, bahwa ternyata apapun yang diciptakan Tuhan memang menjadi rahmat bagi dunia.

    Saya lahir tahun 78 dan dua tahun kemudian ibu saya meninggal karena suatu penyakit. Apalah yang dimiliki seorang anak umur 2 tahun ketika ditinggal ibunya kecuali tangis ketidaktahuan. Ketidaktahuan karena belum bisa berpikir tetapi telah diberi Tuhan perasaan sepi dan kehilangan.

    Di sebelah utara rumah saya, tinggal seorang pemuda idiot. Dia kira-kira berumur 12 tahun ketika ibu saya meninggal. Selain itu, di sebelahnya tinggal pula seorang pemuda lain berumur 20-an tahun yang belum pernah bersekolah, tidak bisa membaca dan bekerja sebagai kusir andong(kereta/bendi). Sementara di sebelah barat rumah saya, tinggal pemuda yang juga berumur 20-an tahun, terbelakang, bodoh dan harus keluar dari kelas I SD karena tak bisa mengikuti pelajaran sedikitpun.

    Sebagai anak berumur 2 tahun, tentu saja saya belum begitu mengenal mereka. Tetapi seiring waktu, saya mulai tahu bahwa merekalah sahabat terbaik dalam hidup saya. Akal saya yang semakin terasah ketika berumur 5 tahun dan ingatan yang semakin kuat mematri kenangan saya dengan 3 orang hebat dalam hidup saya tersebut. Merekalah yang saya sebut sebagai 3 pendekar dalam hidup saya. Tiga orang yang sama-sama terbelakang, tidak bisa membaca dan sering dianggap "agak kurang" (bahasa halus untuk sedikit gila) oleh tetangga-tetangga, tenyata merupakan penyelamat hidup saya.

    Pemuda pertama, anak belasan tahun yang saya tahu dipanggil Adek, idiot dan selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya. Karena tak pernah memiliki teman bermain, saya lah yang selalu dipandangnya dari jendela rumah. Ketika semua orang mengusir dan anak-anak lain takut untuk mendekat, dia mencoba mengenal saya. Dialah yang kemudian merawat saya, karena ketiadaan ibu dan ayah yang terlalu jarang di rumah. Anak idiot itulah yang mengajari saya bermain,membuatkan wayang suket, mencari kodok di sawah, berendam dikali atau menonton karnaval 17 Agustus yang tiap tahun diadakan di kota kecamatan.

    Pemuda dua puluhan tahun yang menjadi kusir andong tadi bernama Gandul. Keterbelakangannya justru menjadi sumber kebaikan hati. Setiap hari, begitu pulang dari bekerja, dia selalu menyisihkan uang Rp 50-100 di bawah jok andongnya. Uang itu khusus disediakan untuk saya, anak SD yang tak pernah lagi menerima uang saku dari ayahnya. Selama bertahun-tahun, Gandul melakukan itu karena tahu bahwa saya tak pernah bisa jajan jika dia lupa menyisihkan. Dia juga yang mengajak saya jalan-jalan, menjadi kernet andong atau bersuka dengan kudanya.

    Pemuda ketiga bernama Darsio, karena tak juga bisa melakukan apa yang dilakukan kawan-kawannya, dia dikeluarkan dari sekolah. Mulai itulah dia mendekati saya, mengajak saya bermain di kebunnya yang luas. Mencarikan buah apapun yang saya inginkan. Jika saya lagi kepingin pisang, dia akan mencarinya. Begitu pula ketika saya minta kelapa muda di satu siang yang panas, dia akan mengajak saya ke kebun dan memetikkan beberapa. Darsio mengajari saya berenang, kadang berpetualang seharian ke tempat-tempat yang jauh, berjalan kaki dan melatih keberanian saya. Karena sebelumnya saya memang terlalu penakut dan mudah menangis. Agar tubuh saya kuat, dia juga memberi segelas susu kedelai dari pabrik tahu milik orang tuanya hampir setiap hari.

    Ketiga orang itu, 3 pendekar yang mengisi hidup masa kecil saya. Menemani dengan tulus sehingga kini saya bisa berpikir bahwa Tuhan memang mengambil ibu saya, tetapi Dia mengirimkan 3 orang hebat dalam hidup saya. Ketiganya terbelakang, tidak sekolah, tak bisa membaca, bahkan dua diantaranya sampai kini tak punya istri. Tetapi merekalah yang mengajari saya banyak hal, menemani tahun-tahun sepi, membantu saya siap untuk mandiri.

    Kini saya 24 tahun dan akan segera menyelesaikan kuliah. Karena pengalaman hidup itulah saya bisa bertahan hingga sekarang, merantau, mandiri, dan memiliki pandangan positif terhadap makluk ciptaan Tuhan seperti apapun adanya. Untunglah saya dibesarkan oleh 3 orang idiot dan bukannya 3 orang profesor, 3 orang kaya, atau 3 bisnisman. Sehingga saya bisa memaknai hubungan antar manusia, bukan karena kapasitas intelektual, materi atau kesuksesan. Bagi saya, ketulusan untuk memberi dan sikap menjadi manusia seutuhnya itu lebih penting. Berkah dari 3 pendekar hebat, dan karena itulah saya selalu beranggapan, seperti apapun kondisinya, hidup kita diciptakan. Tuhan sangat indah. Kalau mata kita memandangnya dengan indah pula.
    Post By : Angel MtC
    View my Full Profile
    Add me As Friends On Facebook
    Follow my Twitter @heart_angel81

Sebuah Cerita Kecil

| comments

  • Siang hari ini terasa panas sekali. Duduk sendirian di dalam bus kota PPD Patas 2 jurusan Cililitan Kota. Walaupun penumpangnya bisa dihitung dengan jari dan hampir semua jendela yang ada di bis ini terbuka tetap saja udara panas di dalam bis tidak berkurang.Terlebih lagi kemacetan yang menggila di jalan Hayam Wuruk semakin membuatku pusing dan berkeringat.

    Hari ini merupakan hari penting dalam hidupku karena hari ini aku mengikuti test masuk kerja. Setelah tamat STM Pembangunan enam bulan lalu. Aku sibuk mengirimkan surat lamaran ke berbagai perusahaan. Entah berapa puluh surat lamaran dan puluhan ribu rupiah ku habiskan untuk mengirim surat lamaran ke berbagai perusahan.

    Selama enam bulan penantian tersebut. Baru kali inilah ada surat panggilan buatku. Surat panggilan itu berasal dari sebuah bengkel mobil yang berlokasi di kawasan kota. Bengkel itu tidaklah besar tapi mempunyai pelanggan yang banyak. Hal itu tampak dari jejeran mobil yang berada ditempat pakiran bengkel tersebut. Aku baru mengetahuinya setelah berada di lokasi tersebut.

    Sebelum berangkat menuju ke test kerja. Malam harinya aku berdoa kepada Tuhan Yesus. “Tuhan Yesus, besok saya akan melakukan test kerja. Berilah hal yang terbaik bagi saya. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin, itulah doaku. Aku berdoa singkat-singkat saja karena tidak pandai berdoa. Aku yakin Tuhan Yesus juga sudah tahu maksudku.

    Berbekal ijazah dan surat panggilan kerja. Aku mendatangi bengkel mobil itu. Ada sekitar 15 pelamar lainnya yang mengikuti panggilan kerja tersebut. Aku mendapat nomor antrian 9. Belum sampai nomorku dipanggil wawancara, seorang pekerja dalam bengkel tersebut mengatakan bahwa 3 asisten montir yang dibutuhkan telah diperoleh.

    Aku gagal mendapat kerja. Padahal belum juga dipanggil untuk diwawancarai. Menghilangkan perasaan kesal dalam diri. Aku pergi ke warung kecil tak jauh dari bengkel tersebut dan meminum the dingin. Secara kebetulan aku mendengar obrolan orang bengkel kalau yang diterima kerja masih ada hubungan saudara dengan pemilik bengkel.

    “Ah, sial, gerutuku dalam hati. Tampaknya Tuhan Yesus tidak mau mendengar doaku. Terbayang dalam mataku, wajah ibuku yang sudah menjanda sejak aku kecil. Ia berjuang dengan jualan kue untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Walaupun hanya berjualan kue, ibuku bisa membawaku tamat STM dan adikku bersekolah di SMP. Padahal cita-citaku, ingin membantu ibu dan membiayai adikku sekolah. Keinginanku gagal. Akupun segera naik bis PPD Patas 2 ke arah Cililitan,

    Nanti, aku akan turun di Otista dan berjalan kaki selama 20 menit menuju rumahku. Di tengah jalan yang macet ini. Naiklah seorang anak kecil tukang penjual koran. “Koran koran koran, teriaknya sambil berjalan dilorong yang ada dalam bis tersebut. Ia menyodorkan koran tersebut kepadaku. Aku menolaknya.Aku tidak butuh koran karena uangku pas-pasan.

    Anak kecil penjual koran turun dari bis. Ia pergi keliling sekitar bis menawakan dagangannya. Bisa yang kutumpangi tetap tidak beranjak karena jalanan disepanjang jalan Hayam Wuruk macet total.

    Eh anak kecil penjual koran itu naik lagi. Koran koran koran ia masih menjajakan dagangannya. Tetap saja penumpang dalam bis ini tidak ada yang mempedulikannya. Ia menghampiriku dan setengah memaksa untuk membelinya. Aku tetap tidak mau membelinya. Anak itupun turun dari bis.

    Tidak lama kemudian tukang koran yang sama naik dari pintu depan dan menawarkan koran kepada penumpang. Aku melihatnya dan timbul perasaan iba. Aku berandai-andai, seandainya ia bernasib sama denganku. Keuntungan jualan Koran ini digunakan untuk biaya hidup, mungkin untuk uang sekolahnya. “Mungkin nasib kita sama, ujarku dalam hati.

    Anak itu kembali ke tempatku dan menyodorkan koran Pos Kota ke pangkuanku. Akupun terpaksa merogoh kantung untuk mengeluarkan beberapa uang logam seharga koran tersebut. Ia pun mengucapkan terima kasih dan tersenyum padaku. Anak itu turun dari bis dan tidak pernah lagi.

    Di rumah setelah melepaskan lelah. Aku membaca berita yang ada di koran itu. Aku melihat sebuah iklan tentang sebuah lembaga pendidikan yang menerima siswa dengan bea siswa selain itu langsung bekerja di instansi tersebut. Kebetulan lembaga ini mencari siswa dari STM untuk di didik bagi kepentingan instansi tersebut.

    Iseng-iseng, aku mengirim lamaran menjadi siswa di lembaga pendidikan tersebut. Beberapa minggu kemudian, datang surat dari lembaga pendidikan ini. Aku diminta mengikuti test seleksi. Akupun memenuhi panggilan test tersebut.Ternyata aku lulus test yang terbaik dan berhak mengikuti pendidikan di lembaga itu.

    Setelah di didik selama tiga tahun. Aku menjadi lulusan terbaik dan diterima di instansin tersebut. Gaji yang ku peroleh bisa memperbaiki kehidupan keluargaku bahkan adikku bisa kubiayai hingga tamat kuliah.

    Terkadang aku terpikir akan kejadian diatas bis dulu. Mungkin aku salah sangka (berdosa) dengan mengecam Tuhan Yesus yang tidak mendengar doaku agar di terima di bengkel itu. Ternyata Tuhan Yesus mendengar doaku dan ia telah berencana akan hidupku serta jalan apa yang harus kulalui. Mungkin anak kecil penjual koran itu, malaikat yang menyamar untuk menolong diriku.

    Pernah aku menyusuri jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk untuk mencari anak kecil itu. Tapi tidak bisa ketemui. Kini aku menyadari bahwa manusia bisa berencana dan berharap tapi Tuhan Yesus telah mempunyai rencana sendiri bagi diri kita. Amin.
    Post By : Angel MtC
    View my Full Profile
    Add me As Friends On Facebook
    Follow my Twitter @heart_angel81

AKU PENGANGGURAN

| comments

Karena krisis ekonomi yang melanda Kanada, perusahaan di mana aku bekerja mengalami kebangkrutan. Ini pengalaman pertamaku menjadi seorang pengangguran. Selama setengah tahun aku mencari pekerjaan ke sana kemari; telepon sana, telepon sini, surat sana, surat sini, tapi hasilnya nihil! Banyak perusahaan yang kudatangi, di depan gedung sudah tertulis dengan huruf besar,"TIDAK ADA LOWONGAN". Waktu beberapa minggu sudah berlalu lagi, tapi tidak ada pekerjaan yang tersedia bagiku, masakan seluruh kota Toronto, tidak memunyai lowongan pekerjaan bagiku yang berbakat ini? Di perusahaanku dulu, aku terkenal seorang yang berbakat, memiliki prestasi kerja yang sangat baik. Tapi sekarang... hatiku mulai gundah, mulai timbul sungutan.

Tiba-tiba, telepon di rumah mendering, aku dengan penuh harap mengangkat telepon. Wah, aku kecewa sekali, karena yang menelepon bukan salah satu perusahaan yang memerlukan tenaga, melainkan dari orang yang mau memperkenalkan produknya. "Oh. TUHAN! Mengapa begini " Beberapa minggu berlalu lagi, pada suatu hari, telepon mendering lagi. Kali ini benar-benar datang dari pihak kantor yang meminta aku datang untuk diwawancarai sehubungan dengan surat lamaran kerja. Kantor yang kudatangi, sangat besar dan megah. Para pegawainya berpakaian rapi dan sopan. Dalam hatiku berkata, "Inilah kantor yang cocok untuk aku." Dengan lancar aku menjawab setiap pertanyaan. Menurutku penampilanku pada waktu diwawancarai oleh pimpinan kantor sangat baik dan mantap. Dalam hati aku yakin bahwa mereka pasti menerimaku sebagai pegawainya.

Tapi setelah menunggu satu, dua hari dan seterusnya, tidak ada panggilan sama sekali dari pihak kantor. Hatiku menjadi kecewa sangat. Setelah itu, masih ada beberapa telepon yang meminta aku datang untuk diwawancarai, tapi pada akhirnya nihil semuanya. Hati mulai diliputi dengan sungutan dan mempersalahan Tuhan. Aku coba mengadakan evaluasi untuk mencari sebab, mengapa aku tidak diterima? Setelah berpikir sana, berfikir sini; evaluasi sana, evaluasi sini dan seterusnya; akhirnya aku tidak mengerti. Menurutku tiada suatupun yang salah. Hubunganku dengan Tuhan, berjalan seperti biasa. Doa, meditasi, membaca Alkitab, kebaktian dan sebagainya, berjalan normal. Tapi mengapa, Tuhan tidak menolong aku untuk mendapatkan pekerjaan?

Makin dipikir, makin risau hatiku. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk tidak memikirkan lagi, tidak mengadakan evaluasi lagi, melainkan dengan tenang, menyerahkan seanteronya ke dalam tangan Tuhan. Beberapa bulan belakangan ini, keluargaku di Hong Kong terus menelepon untuk menanyakan keadaanku dan pekerjaan yang sedangku cari. Aku tidak tahu, bagaimana menjawab mereka. Keluargaku itu, belum percaya Tuhan. Aku takut mereka mengejek dan mentertawakan, "Bukankah kamu bilang Tuhanmu itu baik dan bisa memelihara, menjagamu; tapi untuk cari pekerjaan saja, TUHAN mu tidak bisa menolong." "Oh, TUHAN! tolong tolonglah beri aku pekerjaan. 

Aku tidak mau keluargaku mengejek dan mempermalukan nama-Mu. Dan bagaimana aku dapat bersaksi dihadapan mereka lagi dengan mengatakan bahwa Engkau adalah Tuhan yang mahakuasa? Tuhan, Engkau mengetahui, hatiku sekarang sangat risau dan kuatir. Dan sekarang aku menyerah total padamu. Aku tidak mau lagi mengandalkan kekuatan dan kepintaranku. Aku menyesal dan mohon ampun untuk percaya diri yang kuat tapi menjurus pada kesombongan itu." Memang benar peribahasa yang mengatakan bahwa jalan buntu manusia adalah permulaan Allah bekerja.

Tidak sampai satu minggu, aku mendapat telepon dan meminta aku menghadap. Dengan bersandar pada TUHAN, penuh dengan kerendahan hati, aku menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Setelah selesai wawancara, aku pulang. Selama menunggu, aku terus menaruhnya dalam doa. Puji TUHAN, selang dua hari, aku mendapat kabar bahwa aku diterima. Dengan hati penuh sukacita aku langsung memberitahu pada keluarga di Hong Kong, bahwa aku sudah mendapat pekerjaan. Dan dengan jelas aku memberitahu pada mereka, bagaimana dengan pertolongan TUHAN, aku mendapatkan pekerjaan ini. Pengalaman kali ini, lebih menguatkan imanku. Aku lebih mengenal TUHAN yang selama ini kuyakinkan dan yakin pula bahwa Dia akan selalu memelihara sepanjang kehidupanku.

Diambil dari buku : Jalan Tuhan Terindah
Penulis : Pdt. Paulus Daun, M.Div., Th.M






Post By : Angel MtC
View my Full Profile
Add me As Friends On Facebook
Follow my Twitter @heart_angel81
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Angel Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger